BENTENG AKIDAH (-Ahli Tauhid & Sunnah yang "Ternoda": berpecah.belah berkelompok-kelompok (hizby)
-----
11 abad lamanya, Ahli Tauhid & Sunnah tetap berpegang pada syariat Allah ditengah kepungan "syirik & bid'ah", MANHAJ: Ahlusunnahwaljamaah, NAMA MUSLIM. Tidak ada perbedaan ahlusunnah dan ahlibidah:, 1 Nama: MUSLIM. Seperti itulah syariat Allah yang sempurna.
Allah Ta'ala berfirman:
ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢ
"(Allah) telah menamai kamu sekalian (sebagai) orang-orang muslim, dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu, dan supaya kamu semua menjadi saksi atau segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." – (QS.22:78)
Awal abad 18 pasca kebangkitan islam dari syirik dan bid'ah bermunculanlah orang-orang yang cenderung diliputi hawa nafsu, mencipta kelompok-kelompok baru dalam islam, meniru-niru prilaku kaum.musyrik dahulu.
Allah Ta'ala berfirman:
ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢ
dan janganlah kamu termasuk orang-orang (musyrik) yang mempersekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka (Qs. Arrum,32)
"Muhammadiyah. NU, persis, Al irsad, LDII, salafi, NU salafy, hasmi dsb ribuan tumbuh bagai.jamur dimusim.hujanm. dan ini telah Nabi beritakan;
SEJARAH PENEGAKKAN TAUHID & SUNNAH. - Nabi saw: mengisyaratkan 4 Masa; 'Dari Huzhaifah, "Orang-orang ketika itu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan sedangkan saya bertanya tentang keburukan karena takut keburukan itu akan kutemui. Maka saya bertanya: ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dulu dalam kejahiliyahan & keburukan (musyrik) kemudian Allah menunjukkan kami dengan KEBAIKAN ini (1), Apakah setelah kebaikan ini ada KEBURUKAN ?’(2) Jawab Rasulullah: ‘Ya’. Saya kembali bertanya: ‘dan apakah setelah keburukan ini ada lagi KEBAIKAN’(3): Rasulullah menjawab: 'Ya, tetapi terdapat asap di dalamnya’. Saya bertanya: 'Apakah kabutnya?’ Rasulullah menjawab: 'Kaum yang mencari petunjuk dengan selain petunjuk-ku, engkau mengenal (kebaikan mereka) & mengingkari (kejelekan mereka)’. Saya bertanya lagi: ‘Apakah setelah kebaikan itu juga masih ada keburukan?’ (4) Rasulullah menjawab: ‘Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke neraka Jahannam. Barangsiapa yang memenuhi seruan mereka, mereka akan menceburkannya ke neraka Jahannam’. Saya berkata: ‘Wahai Rasullah, tunjukkan sifat mereka kepada kami’. Rasulullah bersabda: 'Mereka berkulit sama dengan kulit kita & berbicara dengan bahasa kita’. Saya bertanya: ‘Apa yang Engkau perintahkan padaku, jika hal itu kutemui?’ Rasulullah menjawab: "Berpeganglah pada jama’ah umat Islam serta pemimpin mereka’. Saya bertanya lagi: ‘Bila mereka tidak memiliki jamaah & pemimpin bagaimana?’ Rasulullah menjawab: ‘Jauhilah semua KELOMPOK - KELOMPOK tersebut. Sekalipun engkau harus menggigit akar pohon sehingga ajal menjemputmu sementara engkau pun tetap dalam keadaan seperti itu (HR. Bukhari Muslim)
1. MASA KEBAIKAN (TAUHID & SUNNAH) yaitu masa Nabi - Alkulafarosidin hingga 2 generasi berikutnya (tabiut-tabiin)
2. MASA KEBURUKAN (BID'AH & SYIRIK) yaitu zazirah arab secara berangsur-angsur kembali MUSYRIK. Kondisi ini berlangsung ratusan tahun dipercepat tampilnya penguasa - penguasa sesat
3. MASA KEBAIKAN (KEBANGKITAN TAUHID & SUNNAH) - 'Th 1700n M, kembali Allah tampilkan seorang putra terbaik 'bani tamim", Ahlul bait, MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB" (wikipedia). Setelah berhasil mempengaruhi penguasa, Makkah berangsur kembali kepada TAUHID. Hingga saat ini, Makkah terjaga. - Allah Ta'ala berfirman: "Demi makkah yang damai (Qs. at tiin. 3) - Sejak itu KEBANGKITAN ISLAM merebak dimana - mana. & ini mendapat perlawanan dari kaum Syiah, lalu mereka menamakan golongan orang-orang yang bersebrangan dengan mereka dengan sebutan "wahabi". 'Wahabi tumbuh dengan pesat, namun sayang, "CACAT" Yaitu umat cerai berai BERGOLONG-GOLONGAN dalam menegakkan TAUHID dan SUNNAH.
4. MASA KEBURUKAN. umat terpecah belah, bibit-bibit permusuhan dengan semakin suburnya kelompok-kelompok dalam islam.
FATWA ULAMA TENTANG HARAMNYA HIZBIYAH [BERPARTI- PARTI/ORMAS-ORMAS/JAMAAH]
-----
Pertanyaan : Apa hukum berbilangnya jama’ah (hizbiyah) dan kelompok didalam Islam, dan apa hukum berafiliasi padanya?
Jawab:
[1]. Lajnah Daimah lil Ifta’ (Komite Tetap Urusan Fatwa) yang diketuai oleh Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullahu yang beranggotakan : Syaikh Abdur Razaq Afifi Rahimahullahu, Syaikh Abdullah bin Ghudayyan dan Syaikh Abdullah bin Hasan bin Qu’ud menjawab tentang haramnya hal ini di dalam fatwa no 1674 (tanggal 7/10/1397) sebagai berikut : “Tidak boleh memecah belah agama kaum muslimin dengan bergolong- golongan dan berpartai-partai… karena sesungguhnya perpecahan ini termasuk yang dilarang oleh Allah, dan Allah mencela pencetus dan pengikut-pengikutnya, serta Allah janjikan pelakunya dengan siksa yang pedih. Allah Ta’ala berfirman : “Artinya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” [Ali Imran : 103] Dan firman-Nya : “Artinya : Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat” [Ali Imran 105] Serta firman-Nya : “Artinya : Sesungguhnya orang- orang yang memecah belah agama- Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.” [Al-An’am : 159] Adapun para penguasa kaum muslimin, jika mereka yang mengurus dan mengelola aktivitas agama dan duniawi di tengah-tengah mereka. Maka yang demikian ini disyariatkan.” <br />
<br />
[2]. Di dalam Majmu’ Fatawa Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullahu (Juz V/202-204) , beliau menjawab dengan terperinci pertanyaan ini. Beliau Rahimahullahu berkata : “Sesungguhnya Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjelaskan kepada kita jalan yang satu, yang wajib bagi kaum muslimin menempuh jalan tersebut, yaitu jalan Allah yang lurus dan manhaj agama yang benar. Allah Ta’ala berfirman : “Artinya : Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan- jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya.” [Al-An’am : 153] Maka wajib bagi seluruh ulama kaum muslimin untuk menerangkan hakikat ini, berdiskusi dengan tiap jama’ah dan menasehati seluruhnya supaya mereka mau meniti jalan yang telah digariskan Allah kepada hamba-Nya dan yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam menyeru padanya. Barang siapa menyeleweng dari jalan ini dan terus menerus menentangnya, maka wajib bagi orang yang mengetahui hakikatnya untuk menyebarkan kesalahannya, mentahdzir umat darinya, sampai manusia menjauh dari manhajnya dan sampai tidak turut masuk bersama mereka orang- orang yang tidak mengetahui hakikat keadaan mereka sehingga mereka tersesat dan berpaling dari jalan yang lurus. Jalan yang mana Allah memerintahkan kita untuk mengikutinya. Tidak ragu lagi, bahwasanya kebanyakan kelompok- kelompok dan jama’ah-jama’ah di negeri-negeri Islam termasuk perkara yang disenangi oleh syaithan, ini yang pertama, dan yang kedua, perkara ini disenangi oleh musuh-musuh Islam dari kalangan manusia.” <br />
<br />
[3]. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani Rahimahullahu memiliki fatwa yang serupa di dalam fatwa beliau (hal. 196 – cetakan Mesir), beliau Rahimahullahu berkata : “Tidak tersembunyi bagi setiap muslim yang mengetahui Kitabullah dan Sunnah Rasulullah, dan yang dipegang oleh Salafuna ash-Sholih Radhiyallahu ‘anhum bahwasanya tahazzub (berpartai-partai) dan membentuk jama’ah-jama’ah yang beraneka ragam manhaj dan cara- caranya, bukanlah bagian dari Islam sedikitpun. Bahkan hal ini termasuk perkara yang dilarang oleh Rabb kita Azza wa Jalla di dalam banyak ayat di dalam al-Qur’an al-Karim.” <br />
<br />
[4]. Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin Rahimahullahu memiliki fatwa yang serupa yang tersebar di dalam kitab Ash- Shohwah Islamiyyah Dlowabith wa Taujihaat (hal. 154), beliau Rahimahullahu berkata : “Tidak ada di dalam Kitabullah dan as-Sunnah yang memperbolehkan berbilangnya jama’ah dan kelompok. Sesungguhnya yang terdapat di dalam al-Kitab dan as-Sunnah adalah yang celaan terhadap hal ini. Allah Ta’ala berfirman : “Artinya : Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing) .” [Al-Mu’minun : 53] Tidak ragu lagi, bahwasanya kelompok-kelompok ini meniadakan apa yang diperintahkan Alloh, bahkan apa yang dianjurkan oleh- Nya di dalam firman-Nya Ta’ala : “Artinya : Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku “ [Al-Anbiya’ : 92] <br />
<br />
[5]. Syaikh DR. Sholih al-Fauzan (anggota Lembaga Ulama Senior) memiliki fatwa yang serupa, yaitu ucapan beliau : “Tafarruq (bergolong-golongan) bukanlah bagian dari agama, karena agama memerintahkan kita untuk bersatu, dan hendaknya kita menjadi jama’ah yang satu dan umat yang satu di atas aqidah tauhid dan penauladanan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam. Allah Ta’ala berfirman : “Artinya : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” [Ali Imran : 103] [Sebagaimana termuat di dalam kitab Muhadzdzab Hukmil Intima’] Ya Allah anugerahkanlah kepada jiwa kami ketakwaan dan sucikan jiwa kami karena Engkau adalah sebaik-baik yang mensucikannya. Engkau adalah Walinya dan Maulanya Demikian akhir seruan kami, segala puji hanyalah milik Allah Rabb (Pemelihara) alam semesta. <br />
<br />
[Disalin dari Majalah Adz- Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 24 Th.V Dzulqo’dah 1427H, Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad)<br />
-<br />
<a href="http://hazimfaizsaid.blogspot.co.id/2011/12/fatwa-ulama-tentang-haramnya-hizbiyah.html?m=1">http://hazimfaizsaid.blogspot.co.id/2011/12/fatwa-ulama-tentang-haramnya-hizbiyah.html?m=1</a><br />
---<br />
<br />
Fatwa-fatwa ‘ulama Besar Nov 16, 2011 | Asy Syariah Edisi 020 | Al-Ustadz Qomar ZA, Lc Asy-<br />
--- <br />
1. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz t Beliau ditanya: “Semoga Allah memberikan kebaikan kepadamu. Hadits Nabi n dalam hal perpecahan umat: ‘…Akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Semua di neraka kecuali satu… dan seterusnya.’ Apakah Jamaah Tabligh dengan kesyirikan dan bid’ah yang mereka miliki, juga jamaah Ikhwanul Muslimin dengan kekelompokan mereka dan ketidaktaatan kepada penguasa… Apakah dua kelompok ini masuk ke dalam kelompok-kelompok yang binasa?” Jawab: “Masuk ke dalam kelompok yang 72 (tujuhpuluh dua). Dan siapa saja yang menyelisihi aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah maka masuk yang 72 kelompok. Yang dimaksud dengan kata ‘umatku’ adalah umat ijabah, yakni umat yang menyambut seruan Allah I dan menam-pakkan diri bahwa mereka mengikuti Nabi n. Mereka ada 73 golongan. Yang selamat adalah yang mengikuti beliau n dan istiqamah di atas agamanya. Sedangkan yang 72 golongan, di antara mereka ada yang kafir, ada yang ahli maksiat, ada yang ahli bid’ah, bermacam-macam.” Penanya: “Yakni, dua kelompok ini termasuk dari 72 golongan itu?” Jawab: “Ya, termasuk dari 72 golongan itu.” (diambil dari salah satu rekaman pelajaran Al-Muntaqa di kota Tha‘if, 2 tahun sebelum wafat beliau) Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani t Beliau t berkata: “Tidak benar bila dikatakan bahwa Ikhwanul Muslimin termasuk Ahlus Sunnah, karena mereka memerangi As- Sunnah.” (diambil dari kaset Fatwa Para Ulama seputar Jamaah Tabligh dan Ikhwanul Muslimin, studio Minhajus Sunnah, Riyadh) <br />
<br />
2. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin t Beliau ditanya: “Apakah ada nash- nash dari Al-Quran dan Sunnah Nabi n yang memperbolehkan berbilangnya kelompok-kelompok atau ikhwan? Jawab: “Dalam Al-Quran maupun As- Sunnah tidak ada sesuatu yang mem- bolehkan berbilangnya kelompok- kelompok dan jamaah-jamaah. Bahkan yang ada, Al-Quran maupun As-Sunnah mencela hal itu. Allah I berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (Al-An’am: 159) Dan Allah I berfirman: “Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Ar-Rum: 32) Tidak diragukan bahwa kelompok- kelompok ini bertolak belakang dengan apa yang Allah perintahkan, bahkan apa yang Allah anjurkan dalam firman-Nya: “Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Rabbmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” (Al- Mu`minun: 52) Adapun ucapan sebagian orang bahwa tidak mungkin dakwah akan kuat kecuali jika berada di bawah kelompok/ organisasi, maka kami katakan: Ini tidak benar. Bahkan dak- wah akan semakin kuat setiap kali seseorang semakin bernaung di bawah Al-Qur‘an dan Sun-nah Nabi n serta mengikuti jejak Nabi dan para Al-Khulafa‘ Ar-Rasyidin.” (diambil dari kitab Jama’atun Wa-hidah la Jama’at, karya Asy-Syaikh Rabi’)
3. Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al- Fauzan hafizhahullah Beliau ditanya: “Apakah jamaah- jamaah yang ada masuk dalam 72 golongan yang binasa?” Jawab: “Ya, semua yang menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jamaah berupa kelompok-kelompok yang mengatas- namakan Islam, (menyelisihi) dalam hal dakwah atau dalam hal aqidah, atau sesuatu dari pokok-pokok iman, maka ia masuk ke dalam 72 kelompok. Dan ia masuk dalam ancaman dan terkena celaan serta hukuman sesuai kadar penyele- wengannya.” Beliau juga ditanya: “Apa hukum keberadaan kelompok-kelompok seperti Jamaah Tabligh, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir dan lain-lain di negeri muslimin secara umum?” Jawab: “Jamaah-jamaah pendatang ini wajib untuk tidak kita terima, Karena mereka ingin menyelewengkan kita dan memecah-belah kita. Menjadikan yang ini ikut jamaah Tabligh, yang ini ikut Ikhwanul Muslimin, yang ini begini… Kenapa berpecah seperti ini? Ini termasuk kufur terhadap nikmat Allah I. Kita berada di atas satu jamaah dan agama kita jelas. Kenapa kita menjadikan yang rendah sebagai ganti yang baik?” (diambil dari buku Al-Ajwi-bah Al-Mufidah)
4. Asy-Syaikh Shalih Al-Luhaidan hafizhahullah Beliau berkata: “Ikhwanul Muslimin dan Jamaah Tabligh bukan termasuk orang-orang yang berada di atas manhaj yang benar. Sesungguhnya seluruh jamaah dengan penamaan- penamaannya semacam itu tidak punya sandaran pada pendahulu umat ini.” (Diambil dari rekaman kaset Fatwa Para Ulama tentang Jamaah- jamaah dan Pengaruhnya di Negeri Al- Haramain, Studio Minhajus Sunnah, Riyadh)
--
http://asysyariah.com/fatwa-fatwa-ulama-besar-tentang-ikhwanul-muslimin/
---
SYARIAT ALLAH: Manhaj: ahlusunnahwaljamaah , Nama: MUSLIM - syariat sempurna
Tidak ada yang merubahnya kecuali orang-orang yg zolim
--
Nabi saw:: "Allah tidak mnerima dari pelaku bi'dah: shalat, puasa, sedekah, umroh, jihad, prilaku & keadilannya. Dia telah keluar Dari islam sebagaimana rambut telah kluar dari tepung (ibnu majah 48, abu daud 54, ahmad 4470) - '(dan) setiap bid'ah sesat walau manusia menganggap baik(al lalika'i 1/21/1)
-
UJI ILMIAH FAKTA KEBENARAN ALQURAN
1001 KEAJAIBAN ALLAH TA'ALA, FAKTA KEBENARAN ISLAM - NAMUN SAYANG, MAYORITAS MUSLIM INDONESIA BERAKIDAH MUSYRIK NYEMBAH RUH-RUH, JIN, MALAIKAT, GURU - & MAYORITAS MANUSIA BERADA DI NERAKA
BENTENG AKIDAH FITNAH DAJJAL
MEWASPADAI FENOMENA MURTAD MASSAL RITUAL PENYEMBAHAN RUH-RUH DI MASJID-MASJID/HAJATAN (salatuloh salamuloh, ya robbibil mustofa, ya rosululloh, ila hadiniah sholihan alfatihah: selamatan, yasinan, jumatn, IED, jelang azan, pengajian, adat-adat marhabanan dsb), PERDUKUNAN (jimat, rajah, ilmu ghaib, ramalan, Sajen, dsb), TASYABUH MUSYRIK (ultah, Th baru, valentin, demokrasi, selamatan, nu7bl, adat-adat dsb), 100BID'AH, HIZBIYUN (NU, MD, Salafy, persis dsb), & MENINGGALKAN SHALAT
DAN MAYORITAS GURU, IMAM MASJID, DKM BERAKIDAH: SYIAH, SALIB, & PENYEMBAH BERHALA
(Kupas tuntas kesesatan terselubung by kyai-habib ahli syirik TOBAT, Imam syafi'i, & ulama makkah)
"Evaluasilah akidah pemuka agama kalian, kerusakan akidah mereka menyeret anda ke dalam api neraka". By ust Abdulloh ST
----- ----- -----
BERITA-BERITA UMAT AKHIR ZAMAN (ISLAM)
Nabi saw mengabarkan: "Islam muncul dalam keadaan asing (diantara orang-orang kafir (yahudi, Nasrani, Hindu), & ia akan kembali dalam keadaan asing (diantara islam-islam musyrik pengekor yahudi Nasrani, hindu), maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu (yang tegak diatas Islam)” (HR. Muslim no. 208)
> “Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kaum Bani Israil telah terpecah menjadi 72 golongan. & umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya akan masuk neraka, kecuali satu golongan. Lalu sahabat bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab: semua perbuatan yang telah aku lakukan, & sahabat-sahabatku, (syariat islam)” (Sunan al- Tirmidzi, 2565)
3 MACAM DOSA PENYEBAB MAYORITAS MUSLIM BERADA DI NERAKA
Abu Hurairah menceritakan, Nabi saw: "Pada hari kiamat beberapa orang sahabatku mendatangiku, lalu mereka disingkirkan dari telaga,maka aku katakan; ‘ya rabbi, sahabatku! ‘ Allah menjawab; ‘Kamu tidak berpengetahuan yang mereka kerjakan sepeninggalmu. Mereka berbalik ke belakang dengan berbuat murtad, bid’ah & dosa besar (HR Bukhari 6097)
Penyebab: guru minim ilmu, terpedaya syetan. Dan "mayoritas" umat-umat terdahulu telah mendahului dl keadaan kafir.
MAKKAH, BENTENG SYARIAT ISLAM
وَهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِين ِ"Demi Makkah yang damai (Qs. At-tiin,3). Islam ibarat sebuah "mata air", semakin jauh mengalir, semakin kotorlah ia. Indonesia berada paling ujung, tak terelakan "KESESATAN" bagai jamur dimusim penghujan "tumbuh subur". Plus "penguasa enggan menegakkan hukum Allah", tak ayal lagi "KESESATAN" makin merajalela. & Kecelakaanlah bagi umat. Maka, barangsiapa menginginkan "Air bersih", dari "API NERAKA". Ambillah ilmu dari sumbernya (Makkah) & waspadalah.
Selengkapnya di www.jgmusyrik.yn.lt
----------
1001_AJAIB
JIKA Tuhan" lain hanya tekstual belaka, mimpi, Tapi ALLAH SWT menampakkan KEAJAIBAN menakjubkan
----------
Allah Ta'ala berfirman:
... ﺳَﻨُﺮِﻳﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻵﻓَﺎﻕِ ﻭَﻓِﻲ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ
"kami akan perlihatkan
kepada mereka (kelak) tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk & pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah kebenaran. & apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? [Qs. 41:53)
---
1001 FAKTA ILMIAH:
1. ALQURAN NEWS
- Nubuat Nabi Muhammad dan Makkah dl weda, taurat, zabur & injil
- Berita" masa lalu sebelum Alquran; manusia kera, dinosaurus, Allah tenggelamkan bumi, belah laut &.bulan, dsb- terbukti benar
- Berita" ghaib masa depan: PD1, PD2, perang zazirah arab, PD-3, turunnya Nabi Isa as, matahari terbit dr barat dsb
2. ALQURAN SAINS
- Allah ungkap Ilmu Pengetahuan abad 20 tanpa tehnologi: antariksa, bumi, laut, anatomi, biologi, kesehatan, fisika, kimia dsb
3. ALQURAN SYIFA (OBAT)
- Jk Alquran dibacakan, penyembuh sakit fisik, guna", penyakit hati
4. 3 SIMBOL-SIMBOL KEBESARAN ALLAH tampak disetiap aktifitas manusia
- 7 (tujuh) simbol keagunganNya
- 1,618 (golden ratio): simbol kesempurnaan Maha karyaNya
- Rotasi negatif; simbol penyembahan makhluknya
---
ALAM SEMESTA MENYEMBAH ALLAH DG CARA SAMA: ROTASI NEGATIF
Allah SWT berfirman:
... ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﺮَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺴْﺠُﺪُ ﻟَﻪُ ﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ
“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-bintang yang melata & sebagian besar daripada manusia? & banyak di antara manusia yg telah ditetapkan azab atasnya. & barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya.
Sesungguhnya Allah berbuat apa.yang Dia kehendaki. (QS Al Hajj [22]: 18)
FAKTA ILMIAH:
- HAJI: Tawaf 7x Rotasi ARAH Negatif
- Bumi Matahari, rotasi & berevolusi + planet" keliling inti galaxi ARAH Negatif
- Elektron" dl atom
mengelilingi nukleus ARAH Negatif
- dl tubuh, sitoplasma mengelilingi nukleus ARAH Negatif
- Molekul", protein terbentuk ARAH Negatif
- Darah memulai gerakannya ARAH Negatif.
- dl kandungan ibu, telur, Rotasi ARAH. Negatif
- Sperma mencapai indung telur Rotasi ARAH Negatif
Allah Ta'ala berfirman :
,,,ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻭْﺣَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﻭْﺣَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻧُﻮﺡٍ
"sesungguhnya Kami telah menurunkan WAHYU kepada mu (Muhammad) sebagaimana kepada Nuh & Nabi-nabi kemudiannya: Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub & anak cucunya: Isa (YESUS), Ayyub, Yunus, Harun & Sulaeman. & Kami berikan ZABUR kepada Daud (annisa:163) - "Sesungguhnya, agama di sisi Allah hanyalah Islam.(QS.3:19)
SYARIAT ISLAM DALAM TAURAT & INJIL
Allah Ta'ala berfirman:
,,, ﻧَﺰَّﻝَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻣُﺼَﺪِّﻗًﺎ ﻟِﻤَﺎ
"Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an).kepadamu.(Muhammad) dg sebenarnya; membenarkan kitab yg telah diturunkan sebelumnya, & menurunkan Taurat & Injil sebelum (Al-Qur'an), menjadi petunjuk bagi manusia (QS.3:3-4)
- BUKTI:
1. TUHAN Esa (ulangan4:35,Markus12:2)
2. Menyembah dg sujud
(Effesus3:14,Wahyu15:4), & berkiblat (tawarik 6:34)
3. Hewan Qurban (ulangan 6:1-2, imamat 1-23)
4. Wajib sunat (Kejadian17:10)
5. Berdoa dg kerudung (I
Korintus 11:13), & menadahkan tangan (I Timotius 2:
6. Berjanji: insya Allah (Yakobus 4:13-15)
7. Kain kafan (markus15:46)
8. Haram: bunga uang (Yehezkel 18:17, Amsal (28: Miras (imamat10:9), darah (imamat17:12), babi (imamat11:1-47)
9. Hukum pidana: rajam (imamat20:1-27,yohanes8:7), potong tangan (matius 5:30, markus 9:43,45)
10. Mandi wajib (imamat 15:16-18)
11. Qurban paskah (idul adha) (markus 14:12)
- SURAT ALGHOSIAH (HARI KIAMAT). 26 AYAT (PERINGATAN NON MUSLIM!) -
ِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ
Allah berfirman:
1: Apakah sudah datang kepadmu (muhammad) berita ‘al-ghashiyah’
2: wajah" pd hari itu
tunduk terhina.
3: Bekerja keras lagi kepayahan.
4: Memasuki api yg sangat
panas.
5: Diberi minum air yg sangat panas
6: Tidak ada makanan bagi
mereka, kecuali pokok
berduri.
7: Yang tidak menggemukkan dan
tidak menghilangkan kelaparan.
8: Beberapa wajah pada hari itu
berseri-seri.
9: Merasai kesenangan karena
amalnya.
10: Di dalam jannah (taman/
syurga) yg tinggi.
11: Di dalamnya tidak didengar
perkara yang sia-sia.
12: Di dalamnya ada mata air yang
senantiasa mengalir.
13: Di dalamnya ada tempat duduk yg ditinggikan.
14: Dan gelas" yg
tersedia.
15: Dan bantal" sandaran
yang tersusun.
16: Dan permaidani yg
terhampar.
17: Apakah mrk (orang kafir) tidak memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?
18: & kpd langit, bagaimana
ia ditinggikan?
19: & kpd gunung"
bagaimana ia di pacakkan?
21: Maka berikan peringatan (Muhammad), kerana engkau tidak lain kecuali pemberi peringatan.
22: Bukanlah engkau berkuasa
memaksa mereka.
23: Tetapi sesiapa berpaling dan
menjadi kafir.
24: Maka Allah akan menyiksanya
dengan azab yang besar.
25: Sesungguhnya mereka semua
akan kembali kpd Kami.
26: Kemudian, sesungguhnya atas Kami menghisab mereka
TAUHID:
> menjadikan Allah satu"nya zat GHAIB yg diseru & diibadah, tdk kpd GAIB lainnya: ROH", JIN MALAIKAT (syirik), yang ditaati
SHALAT
Allah berfirman:
ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢ
"apakah yang memasukkn kamu ke dalam Saqor (neraka)? Mereka menjawab: kami dulu tidak termasuk orang" yg. mengerjakan shalat (almudatsir:42)
-----
Selengkapnya di www.ajaibs.yn.lt