WUDHU
'Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan kepada kita dalam KitabNya, ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﺫَﺍ ﻗُﻤْﺘُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻓَﺎﻏْﺴِﻠُﻮﺍ ﻭُﺟُﻮﻫَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻳْﺪِﻳَﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﺮَﺍﻓِﻖِ ﻭَﺍﻣْﺴَﺤُﻮﺍ ﺑِﺮُﺀُﻭﺳِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺭْﺟُﻠَﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻜَﻌْﺒَﻴْﻦِ “
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”. (QS Al Maidah [5] : 6).
1. BERNIAT
'Niat tidak diucapkan, otomatis terbetik di hati
2. MEMBACA BISMILLAH
'Hadits: “Tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah (HR. Abu Daud no. 102, Tirmidzi no. 5)
'membaca di kamar mandi - Komite Fatwa Ulama Saudi: Makruh mengucapkan nama Allah di dalam kamar mandi, yang digunakan untuk buang hajat. Sebagai bentuk mensucikan dan memuliakan nama Allah. Namun disyariatkan membaca basmalah ketika mengawali wudhu, karena basmalah hukumnya wajib ketika ingat, menurut sekelompok ulama.”(Fatwa Lajnah Daimah, 5:94)
3. TATACARA
'Dari Humroon bekas budak Utsman bin Affan– suatu ketika ‘Utsman memintanya untuk membawakan air wudhu (dengan wadahpent.), kemudian ia tuangkan air dari wadah tersebut ke kedua tangannya. Maka ia membasuh kedua tangannya sebanyak tiga kali, lalu ia memasukkan tangan kanannya ke dalam air wudhu kemudian berkumur-kumur, lalu beristinsyaq dan beristintsar. Lalu beliau membasuh wajahnya sebanyak tiga kali, (kemudian) membasuh kedua tangannya sampai siku sebanyak tiga kali kemudian menyapu kepalanya (sekali sajapent.) kemudian membasuh kedua kakinya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengatakan, "Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi was sallam berwudhu dengan wudhu yang semisal ini dan beliau shallallahu 'alaihi was sallam mengatakan, "Barangsiapa yang berwudhu dengan wudhu semisal ini kemudian sholat 2 roka’at (dengan khusyu) dan ia tidak berbicara di antara wudhu dan sholatnya maka Allah akan ampuni dosa-dosanya yang telah lalu [.HR. Bukhori no. 159, Muslim no. 226.]
'"Nabi shallallahu 'alaihi was sallam menyela-nyela ruas jari (Hr. abu dawud)
Kemudian beliau membasuh mengusap kepala dengan tangannya, menyapunya ke depan dan ke belakang. Beliau memulainya dari bagian depan kepalanya ditarik ke belakang sampai ke tengkuk kemudian mengembalikannya lagi ke bagian depan kepalanya (HR. Bukhori no. 185, Muslim 235.)
- Jika beliau shallallahu 'alaihi was sallam berwudhu, beliau menggosok jari-jari kedua kakinya dengan dengan jari kelingkingnya ”[37] .
.
SUNNAH-SUNNAH WUDHU -
1. Siwak/gosok gigi
'hadits Nabi: , "Kalaulah sekiranya aku tidak (khawatir) akan memberatkan umatku, niscaya kuperintahkan mereka bersiwak setiap kali wudhu." (Shahih: Shahihul Jammi no:5316).
2. Mencuci kedua telapak tangan tiga kali
3. Kumur-kumur dan instinsyaq sekali jalan, tiga kali:
'"Dari Abdullah bin Zaid r.a. tentang dia mengajarkan (tata cara) wudhu’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam., di mana dia berkumur-kumur dan instisyaq dari satu telapak tangan. Dia berbuat demikian tiga kali." (Shahih: Mukhtashar Muslim no:125).
4. Bersungguh-sungguh dalam berkumur-kumur dan istinsyaq: kecuali bagi orang yang berpuasa, berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.,
'"Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq, kecuali kamu dalam keadaan berpuasa." (Shahih: Shahih Abu Daud no:129).
5. Mendahulukan anggota wudhu’ yang kanan daripada yang kiri karena
'hadits Aisyah r.a.: "Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. mencintai mendahulukan anggota yang kanan dalam hal mengenakan alas kaki, menyisir, bersuci dan dalam seluruh ihwahnya." (Muslim I: 226)
6. Membasuh tiga kali, tiga kali, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Utsman bin Affan ra (pada awal pembahasan wudhu’) bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu’ tiga kali, namun ada juga riwayat satu kali satu dan kali dua kali dua kali." (Hasan shahih: Shahih Abu Daud no:124,
8. Berdo’a sesudah wudhu’
'sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. "Tak seorangpun di antara kalian yang berwudhu’ dengan sempurna, lalu mengucapkan (do’a) "Asyhadu allaa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan ’abduhu wa rasuuluh (Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (yang patut diibadahi) keuali Allah semata tiada sekutu bagi-Nya; dan aku bersaksi, bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya)." melainkan pasti dibukalah baginya pintu-pintu surga yang delapan, ia boleh masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya." (Muslim 1:209 no:234). Kemudian Imam Tirmidzi menambahkan, "Allahummaj’alni minat tawwaabiina waj’ani minal mutathahiriin(Ya, Allah, jadikahlah kami termasuk orang-orang yang tekun bertaubat dan jadikahlah kami termasuk orang-orang yang rajin bersuci)." (Shahih: Shahih Tirmidzi no:48 dan Tirmidzi I:38 no:55)
9. Shalat dua raka’at sesudah wudhu
'Utsman bin Affan r.a. sesudah mengajar sahabat yang lain tentang wudhu’nya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam., "Aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. berwudhu’ seperti wudhu’ku ini, seraya bersabda, "Barangsiapa yang berwudhu’ seperti wudhu’ku ini, kemudian berdiri lalu ruku’ dua raka’at dengan ikhlas dan khusyu’ diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaqun ‘alaih 1:204 no:226)
PEMBATAL WUDHU
1. Apa saja yang keluar dari kemaluan dan dubur, berupa kencing, berak, atau kentut. Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Atau kembali dari tempat buang air." (Al-Maidah:6) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, "Allah tidak akan menerima shalat seorang di antara kamu yang berhadas sampai ia berwudhu(sebelumnya)." Maka, seorang sahabat dari negeri Hadramaut bertanya. "Apa yang dimaksud hadas itu wahai Abu Hurairah?" Jawabnya, "Kentut lirih maupun kentut keras." (Muttafaqunalaih Fathul Bari I: 234, Baihaqi I:117) "Dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, "Mani, wadi dan madzi (termasuk hadas). Adapun mani, cara bersuci darinya harus dengan mandi besar. Adapun madi dan madzi," maka dia berkata, "cucilah dzakarmu, kemaluanmu, kemudian berwudhulah sebagaimana kamu berwudhu untuk shalat!" (Shahih: Shahih Abu Daud no:190, dan Baihaqi I:115).
2. Tidur pulas
' hadits Shafwan bin Assal, ia berkata, "Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. pernah menyuruh kami, apabila kami melakukan safar agar tidak melepaskan khuf kami (selama) tiga hari tiga malam, kecuali karena janabat, akan tetapi (kalau) karena buang air besar atau kecil ataupun karena tidur (pulas maka cukup berwudhu)." (Hasan: Shahih Nasai no:123 Nasai I:84 dan Tirmidzi I:65 no:69). <br />
'"Dari Ali r.a. bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, "Mata adalah pengawas dubur-dubur; maka barangsiapa yang tidur (nyenyak), hendaklah berwudhu." (Hasan: Shahih Ibnu Majah no:386).
.
3. Hilangnya kesadaran akal karena mabuk atau sakit. Karena kacaunya pikiran disebabkan dua hal ini jauh lebih berat daripada hilangnya kesadaran karena tidur nyenyak.
4. Memegang kemaluan tanpa alas karena dorongan syahwat,
'sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam., "Barangsiapa yang memegang kemaluannya, maka hendaklah berwudhu." (Shahih: Shahih Ibnu Majah no:388, Betul, ia memang bagian dari anggota badanmu, bila sentuhan tidak diiringi dengan gejolak syahwat, karena sentuhan model seperti ini sangat memungkinkan disamakan dengan menyentuh anggota badan yang lain. Ini jelas berbeda jauh dengan menyentuh kemaluan karena termotivasi oleh gejolak syahwat. Sentuhan seperti ini sama sekali tidak bisa diserupakan dengan menyentuh anggota tubuh yang lain karena menyentuh anggota badan yang tidak didorong oleh syahwat dan ini adalah sesuatu yang amat sangat jelas, sebagaimana yang pembaca lihat sendiri (Tamamul Minnah hal:103).
5. Makan daging unta
'diriwayatkan oleh al-BarabinAzib ra ia berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, "Berwudhulah disebabkan (makan) daging unta, namun jangan berwudhu disebabkan (makan) daging kambing!" (Shahih: Shahih Ibnu Majah no:401, 'Dari Jabir bin Samurah r.a. bahwa ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. apakah saya harus berwudhu(lagi) disebabkan (makan) daging kambing? Jawab Beliau, "Jika dirimu mau, silakan berwudhu; jika tidak jangan berwudhu(lagi)." Dia bertanya (lagi) "Apakah saya harus berwudhu (lagi) disebabkan (makan) daging unta?" Jawab Beliau, "Ya berwudhulah karena daging unta!" (Shahih Mukhtashar Muslim no:146 dan Muslim I:275 no:360). <br />
<br />
- 2 HAL WAJIB WUDHU - <br />
1. Shalat, karena Allah Ta'ala berfirman, "Hai orang-orang yang berfirman, apabila kamu berdiri hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka-muka kamu." (Al-Maaidah: 6). Di samping itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, "Allah tidak akan menerima, shalat (yang dilakukan) tanpa bersuci (sebelumnya)." (Shahih: Mukhtashar Muslim no:104, Muslim 1:204 no:224 dan Tirmidzi 1:3 no:1). <br />
2. Thawaf di Baitullah, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam., "Thawaf di Baitullah adalah shalat, hanya saja Allah membolehkan berbicara." (Shahih: Shahihul Jamius Shaghir no:3954 dan Tirmidzi II:217 no:967).
.
- ANJURAN BERWUDU -
1. Berdzikir kepada Allah Ta'ala,
'riwayat, dari al-Muhajir bin Qunfudz bahwa ia pernah mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. pada waktu beliau sedang berwudhu, maka beliau tidak menjawabnya sebelum selesai berwudhu (selesai berwudhu). Beliau menjawabnya seraya bersabda, "Sesungguhnya tiada yang menghalangiku untuk menjawab salammu, karena aku tidak ingin menyebut (nama) Allah kecuali dalam keadaan suci." (Shahih: Shahih Ibnu Majah no:280, <br />
2. Hendak Tidur <br />
bersabda, "Apabila kamu hendak tidur maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas lambungmu yang kanan lalu ucapkanlah allaahumma aslamtu nafsii ilaika wawajjahtu wajhi ilaika, wa fawadhtu amrii ilaika, a aljaktu zhahri iiaika, raghbatan wa rahbatan ilaika, laa mal ja-a wa laa manjaa minka ilaa ilaika; allahumma aamantu bikitabikal ladzii andzalta wanabiyyika ladzii arslata (Ya Allah kuserahkan diriku kepada-Mu, kuhadapkan wajahku kepada-Mu kupasrahkan seluruh urusanku kepada-Mu kusandarkan punggungku kepada-Mu karena cinta dan takut kepada-Mu tiada tempat bersandar dan tiada (pula) tempat berlari dari Mu kecuali kepada Mu (jua); ya Allah aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus). Maka, jika kamu meninggal dunia pada malam itu niscaya kamu (meninggal) dalam keadaan fitrah, dan jadikahlah doa ini sebagai penutup perkataanmu." (Muttafaqun alaih: Fathul Bari XI:109 no:6311 dan Muslim IV:2081 no:2710). <br />
3. Orang yang junub, bila hendak makan, minum, tidur, atau hendak mengulangi jima <br />
'Dari Aisyah ra ia berkata, "Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. apabila junub, lalu bermaksud hendak makan atau hendak tidur, beliau berwudhu seperti wudhuuntuk shalat." (Shahih: Mukhtasharu Muslim no:162,). <br />
'"Dari Ammar bin Yasir r.a. bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. telah memberi rukhshah <br />
kepada orang yang junub bila ingin makan atau minum atau ingin tidur agar berwudhu sebagaimana wudhuuntuk shalat." (Shahih: Aunul Mabud I: 375 no:222).
'Dari Abu Said r.a. dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. beliau bersabda, "Apabila seorang di antara kamu telah selesai berkumpul dengan istrinya, lalu hendak mengulangi, maka hendaklah berwudhu (sebelumnya)." (Shahih: Shahihul Jamiush Shaghir no:263.) <br />
4. Sebelum mandi wajib atau mandi sunnah <br />
'Dari Aisyah r.a. ia berkata, "Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. apabila mandi janabat, beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya kemudian menuangkan (air) dengan tangan kanannya ke atas tangan kirinya, lalu membersihkan kemaluannya. Kemudian beliau wudhu untuk shalat." (Shahih: Mukhtasar Muslim no:155 dan Muslim 1:253 no:316).
5. Makan sesuatu yang dipanggang
'riwayat dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda, "Berwudhulah kalian karena (makan) sesuatu yang dipanggang." (Shahih: Mukhtasar Muslim no: 147, Muslim I:272 no:352 dan Nasai I:105). Kata perintah dalam redaksi hadits di atas bernilai sunnah, karena ada hadits Amr bin Umayyah adh-Damri ia berkata: "Saya pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. memotong bahu kambing (yang sedang dipanggang), lalu beliau memakannya kemudian terdengarlah panggilan untuk shalat, maka Beliau berdiri dan melepaskan pisaunya, lalu shalat tanpa berwudhu (lagi) ." (Shahih: Mukhtashar Muslim no:148, .
6. Untuk setiap kali shalat.
'Dari Buraidah r.a. katanya, "Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. biasa berwudhusetiap akan shalat. Tatkala tiba fathu Mekkah, beliau berwudhu dengan mengusap di atas khufnya dan mengerjakan shalat- shalat yang wajib dengan sekali wudhusaja." Maka Umar bertanya kepadanya, "Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau kerjakan sebelumnya?" Jawab Rasulullah, "Sengaja saya berbuaat begitu, wahai Umar." (Shahih: Mukhtashar Muslim no:142, <br />
7. Pada Setiap kali berhadas <br />
'dari Buraidah r.a., ia berkata, "Pada suatu pagi hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. memanggil Bilal, lalu bertanya (kepadanya),Wahai Bilal, dengan bekal apakah engkau telah mendahului aku masuk ke dalam surga, karena tadi malam aku masuk ke surga tiba-tiba mendengar suara gemersikmu di hadapanku?Maka jawab Bilal,Ya Rasulullah setiap kali usai mengumandangkan adzan mesti aku shalat dua rakaat, dan setiap kali berhadas mesti aku segera berwudhu (lagi). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. "Karena itu engkau mendahulukan". (Shahih: Shahihul Jamius Shaghir no:7894 dan Tirmidzi V:282 no:3772). <br />
8. Karena muntah <br />
'Dari Madan bin Abu Thalhah dari Abu Dardar.a. bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. pernah muntah sehingga beliau membatalkan puasanya, lalu berwudhu (lagi). Kemudian (pada suatu hari). Aku (Madan) berjumpa dengan Tsauban r.a. di masjid Damaskus, lalu kuceritakan hal tersebut kepadanya, maka ia berkata, "Benar Abu Darda itu, dan akulah yang menuangkan air wudhunya." (Shahihul Isnad: Tamamul Minnah hal:111, Tirmidzi I:58 no:87<br />
9. Sehabis mengusung jenazah. <br />
'sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam., "Barangsiapa yang telah memandikan mayat, maka mandilah, dan barangsiapa yang telah mengusungnya, maka berwudhulah. "(Shahih: Ahkamul Janaiz hal. 53. al- Fathur Rabbani II:145 no:486) (Menurut hukum perintah berwudhu` itu wajib, namun hemat penulis perintah ini dipalingkan menjadi sunnah oleh hadits Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. bersabda, "Kamu tidak harus mandi seusai memandikan mayatmu, karena ia najis, maka cukuplah kamu membasuh kedua tanganmu." Diriwayatkan oleh al-Hakim, al- Mustadrak I:386.
MENYENTUH WANITA APAKAH BATAL WUDHUNYA -
'jumhur ulama: tidak batal, ibnu abbas menafsirkan ayat 'Menyentuh wanita' (QS. Al Ma-idah: 6) = bersetubuh Ada hadits Nabi mencium istrinya lalu beliau shalat Lihat: https://rumaysho.com/961-apakah-menyentuh-wanita-membatalkan-wudhu.html
- TAYAMUM -
Sebab-sebab:
1. Sakit atau hawa sangat dingin dan takut air
2 Tidak ada air
'Allah berfirman,:
َﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﺫَﺍ ﻗُﻤْﺘُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺼَّﻼﺓِ ...
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka wudhulah: basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan usaplah kepalamu dan basuh kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan wanita, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan tanah yang suci; usaplah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.. (QS. Al- Maidah: 6)
.
- CARA TAYAMUM -
Ucap Bismillah, (tidak pake nawaitu, niat sudah ada di hati)
'Nabi menepukkan kedua telapak tangannya di tanah (atau juga bisa debu di karpet dsb), kemudian beliau meniupnya dan mengusapkannya ke kedua telapak tangannnya, kemudian mengusapkan ke wajahnya. (HR. Bukhari 347 dan Muslim 368) - lalu ia shalat
- NAJIS LIUR ANJING -
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ﻃُﻬُﻮﺭُ ﺇِﻧَﺎﺀِ ﺃَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﻭَﻟَﻎَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻜَﻠْﺐُ ﺃَﻥْ ﻳَﻐْﺴِﻠَﻪُ ﺳَﺒْﻊَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﺃُﻭﻻَﻫُﻦَّ ﺑِﺎﻟﺘُّﺮَﺍﺏِ “Sucinya bejana di antara kalian yaitu apabila anjing menjilatnya adalah dengan dicuci tujuh kali dan awalnya dengan tanah.” (HR. Muslim no. 279
- MANDI BESAR -
Sebab-sebab mandi
1. keluar mani (onani atau lainya), bersetubuh walau tidak keluar mani
'firman Allah Ta’ala , ﻭَﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺟُﻨُﺒًﺎ ﻓَﺎﻃَّﻬَّﺮُﻭﺍ “ Dan jika kamu junub maka mandilah .” (QS. Al Maidah: 6)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda ﺇِﺫَﺍ ﺟَﻠَﺲَ ﺑَﻴْﻦَ ﺷُﻌَﺒِﻬَﺎ ﺍﻷَﺭْﺑَﻊِ ﺛُﻢَّ ﺟَﻬَﺪَﻫَﺎ ، ﻓَﻘَﺪْ ﻭَﺟَﺐَ ﺍﻟْﻐَﺴْﻞُ “ Jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya (maksudnya: menyetubuhi istrinya ,pen), lalu bersungguh-sungguh kepadanya, maka wajib baginya mandi. (HR. Bukhari no. 291 dan Muslim no. 348)-“Walaupun tidak keluar mani .(uHr ahmad)
2. Ketika berhentinya darah haidh dan nifas.
'hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha , Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata pada Fathimah binti Abi Hubaisy, ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺃَﻗْﺒَﻠَﺖِ ﺍﻟْﺤَﻴْﻀَﺔُ ﻓَﺪَﻋِﻰ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺃَﺩْﺑَﺮَﺕْ ﻓَﺎﻏْﺴِﻠِﻰ ﻋَﻨْﻚِ ﺍﻟﺪَّﻡَ ﻭَﺻَﻠِّﻰ “ Apabila kamu datang haidh hendaklah kamu meninggalkan shalat. Apabila darah haidh berhenti, hendaklah kamu mandi dan mendirikan shalat .” (HR. Bukhari no. 320 dan Muslim no. 333).
3. Mualaf
'hadits dari Qois bin Ashim radhiyallahu anhu ,“Beliau masuk Islam, lantas Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara) .” (HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61.)
4. Kematian
'Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian). (HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939
- 'Jumat, Shalat ied, habis Memandikan/menguburkan mayat hukumnya tidak wajib. Namun sunnah muakadah (anjuran sangat )
- Hukum Mandi Hari Jum'at, Wajib atau Sunnah?
1. Hadits 1 ini: ﻏُﺴْﻞُ ﺍَﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻭَﺍﺟِﺐٌ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻣُﺤْﺘَﻠِﻢٍ " Mandi Jum'at adalah wajib bagi setiap yang telah bermimpi (baligh) . " (HR. Bukhari, Muslim,)
2. Hadits "Barangsiapa yang berwudlu', maka dia telah mengikuti sunnah dan itu yang terbaik. Barangsiapa yang mandi, maka yang demikian itu lebih afdhal. " (HR. Abu Dawud no. 354, 4. Hadits 3 " Mandi hari Jum'at itu wajib bagi setiap orang yang bermimpi(baligh). Begitu pula dengan bersiwak dan memakai wewangian jika mampu melaksanaknnya (jika ada). " (Muttafaq 'alaih; al-Bukhari no. 880 dan Muslim no. 846)
- dari 3 dalil diatas, jumhur ulama sepakat makna "wajib" pada hadits 1 adalah "anjuran yang ditekankan (sunnah mu'akkadah) - jika tidak mandi. Shalatnya sah - “Barang siapa mandi Jum'at seperti mandi janabah.”(HR. Bukhari dan Muslim)
.
- TATACARA MANDI -
'Dari ‘Aisyah , isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)
- 'wanita
Saya berkata, wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang mengepang rambut kepalaku, apakah aku harus membuka kepangku ketika mandi junub ?” Beliau bersabda, “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu mengguyur air pada kepalamu tiga kali, kemudian guyurlah yang lainnya dengan air, maka kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 330)
- Perlukah berwudu setelah mandi
Dari ‘Aisyah, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berwudhu setelah selesai mandi.” (HR. Tirmidzi no. 107,
.
Tidur berjunub
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata bahwa ‘Umar bin Al Khottob pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Apakah salah seorang di antara kami boleh tidur sedangan ia dalam keadaan junub?” Beliau menjawab, “ Iya, jika salah seorang di antara kalian junub, hendaklah ia berwudhu lalu tidur.” (HR. Bukhari no. 287 dan Muslim no. 306).
- mandi bersama pasangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seorang perempuan mandi dari sisa laki-laki atau seorang laki-laki mandi dari sisa perempuan. Namun hendaklah mereka mandi berbarengan (lewat wadah yang sama). ” (HR. Abu Daud no. 81 dan An Nasai no. 239.).
.
- MANDI DENGAN TAYAMUM -
Allah berfirman,: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka wudhulah: basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan usaplah kepalamu dan basuh kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan wanita, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan tanah yang suci; usaplah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.. (QS. Al- Maidah: 6)
- CARA TAYAMUM -
(Idem) diatas
*Catatan: Orang junub yang tidak bisa mandi karena tidak memiliki air, dia wajib mandi setelah menemukan air.---00000---
Baca juga
** Syirik, pemujaan ruh-ruh, jin, malaikat, tradisi mayoritas umat-umat terdahulu - akhir zaman. Dan kita saksikan, syirik mentradisi di setiap aktifitas umat islam indonesia: tahlilan, yasinan, maulidan, walimahan, dsb. diwariskan kaum sesat rekayasa yahudi (syiah, sufi), menjadi peringatan bagi manusia bahaya syirik berujung KEKAFIRAN . Mudah-mudahan penjelasan ini bermanfaat. **
1. AKIDAH HINDU
(1) TAWASULAN RUH (minta tolong mayit) - ucapan: "ilahadrotin mustofa alfatihah atau "ya Robbibil mustofa../ "ilahadiniah sholihan alfatihah" / "wa umar alfatihah, wa ali alfatihah..( (manaqib) "Ibadalloh rijalalloh.. dsb - (Artinya: "menghadiahkan alfatehah kepada: roh nabi, sahabat, malaikat, wali "mintakan kepada Allah agar hajat kami terkabul") lalu doa berjamaah, yasinan, selamatan, jumat, tarweh, ied, pengajian, dikuburan/ziarah wali dsb - alfatihah = sajen (hindu, sajen: dupa) - KEMUSYRIKAN MASSAL! - manaqiban: "ibadalloh rijalalloh (arti: wahai rosululloh wahai wali-wali kutub wahai pemimpin agama tolonglah kami) ----- Jika ALFATIHAH dibacakan diluar sholat, curigailah itu SAJEN TAWASULAN!! -----
(2). SYAFAATAN RUH (minta syafaat) - PUJA-PUJI RUH: Semua syair/ritual yang kita dengar di masjid (dari subuh-malam): Qosidahan, jelang azan: "salatulloh salamuloh,, ya robbibil mustofa, ya rosululloh, asolatuwasalamun alaik..dsb, nasyid-nasyid, nariah, barjanji, diba - PEMANGGILAN RUH NABI, JAILANI (manaqiban) MARHABANAN "ya nabi salam alaika,,, marhabann..,(selamat datang roh nabi) : lalu jamaah berdiri menyambutnya (maulid, akad nikah, manaqiban, tiap malam, selamatan, dsb. -- Semua ritual musyrik itu diungkap KYAI AFROKHI AFDUL GONI TOBAT" dl buku karya fenomentalnya berjudul BUKU PUTIH MANTAN KYAI NU, ia berkata: "Terus terang sampe 35 th, saya termasuk KYAI AHLI BID'AH yang doyan Tawasul Kepada mayit, tabaruk kubur wali, bahkan dipercaya mimpin ziarah wali, tempat" keramat, imam tahlilan, marhabanan atau barjanji, diba'an, maulidan, haul & selamatan berbau syirik. "kita dulu enjoy saja melakukan kesyirikan mungkin karena belum tau tauhid yang benar. "saya 12 th sudah ngalap berkah kirim pahala bacaan, saya belum berilmu, saya hanya ikut-ikutan melihat banyak orang bahkan banyak kyai yang melakukan, hingga saya menduga itu kebenaran. Buku ini saya susun sebagai koreksi total kekliruan saya & permohonan maaf saya kepada warga NU yang telah saya sesatkan dalam kebid'ahan & marhabanan, . Semoga Allah mengampuni saya" ( Buku putih kyai NU, hal 90,112) Lalu.bagaimana orang" yg berbuat kemusyrikan itu, Allah Ta'ala berfirman: ﺲﻴﻟﻭ ﻦﻣ ﻦﻴﻛﺮﺸﻤﻟﺍ ﺪﺟﺎﺴﻣ ﻲﻓ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﻬﻧﺃ ﻦﻴﺣ ﻥﻮﻓﺮﺘﻌﻳ ﻢﻬﺴﻔﻧﺃ ﻢﻬﻧﺄﺑ "Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan mesjid-mesjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, & mereka kekal di dalam neraka (Qs.attaubah: 17) -
UJI ILMIAH FAKTA KEBENARAN ALQURAN
1001 KEAJAIBAN ALLAH TA'ALA, FAKTA KEBENARAN ISLAM - NAMUN SAYANG, MAYORITAS MUSLIM INDONESIA BERAKIDAH MUSYRIK NYEMBAH RUH-RUH, JIN, MALAIKAT, GURU - & MAYORITAS MANUSIA BERADA DI NERAKA
BENTENG AKIDAH FITNAH DAJJAL
MEWASPADAI FENOMENA MURTAD MASSAL RITUAL PENYEMBAHAN RUH-RUH DI MASJID-MASJID/HAJATAN (salatuloh salamuloh, ya robbibil mustofa, ya rosululloh, ila hadiniah sholihan alfatihah: selamatan, yasinan, jumatn, IED, jelang azan, pengajian, adat-adat marhabanan dsb), PERDUKUNAN (jimat, rajah, ilmu ghaib, ramalan, Sajen, dsb), TASYABUH MUSYRIK (ultah, Th baru, valentin, demokrasi, selamatan, nu7bl, adat-adat dsb), 100BID'AH, HIZBIYUN (NU, MD, Salafy, persis dsb), & MENINGGALKAN SHALAT
DAN MAYORITAS GURU, IMAM MASJID, DKM BERAKIDAH: SYIAH, SALIB, & PENYEMBAH BERHALA
(Kupas tuntas kesesatan terselubung by kyai-habib ahli syirik TOBAT, Imam syafi'i, & ulama makkah)
"Evaluasilah akidah pemuka agama kalian, kerusakan akidah mereka menyeret anda ke dalam api neraka". By ust Abdulloh ST
----- ----- -----
BERITA-BERITA UMAT AKHIR ZAMAN (ISLAM)
Nabi saw mengabarkan: "Islam muncul dalam keadaan asing (diantara orang-orang kafir (yahudi, Nasrani, Hindu), & ia akan kembali dalam keadaan asing (diantara islam-islam musyrik pengekor yahudi Nasrani, hindu), maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu (yang tegak diatas Islam)” (HR. Muslim no. 208)
> “Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kaum Bani Israil telah terpecah menjadi 72 golongan. & umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya akan masuk neraka, kecuali satu golongan. Lalu sahabat bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Nabi SAW menjawab: semua perbuatan yang telah aku lakukan, & sahabat-sahabatku, (syariat islam)” (Sunan al- Tirmidzi, 2565)
3 MACAM DOSA PENYEBAB MAYORITAS MUSLIM BERADA DI NERAKA
Abu Hurairah menceritakan, Nabi saw: "Pada hari kiamat beberapa orang sahabatku mendatangiku, lalu mereka disingkirkan dari telaga,maka aku katakan; ‘ya rabbi, sahabatku! ‘ Allah menjawab; ‘Kamu tidak berpengetahuan yang mereka kerjakan sepeninggalmu. Mereka berbalik ke belakang dengan berbuat murtad, bid’ah & dosa besar (HR Bukhari 6097)
Penyebab: guru minim ilmu, terpedaya syetan. Dan "mayoritas" umat-umat terdahulu telah mendahului dl keadaan kafir.
MAKKAH, BENTENG SYARIAT ISLAM
وَهَٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِين ِ"Demi Makkah yang damai (Qs. At-tiin,3). Islam ibarat sebuah "mata air", semakin jauh mengalir, semakin kotorlah ia. Indonesia berada paling ujung, tak terelakan "KESESATAN" bagai jamur dimusim penghujan "tumbuh subur". Plus "penguasa enggan menegakkan hukum Allah", tak ayal lagi "KESESATAN" makin merajalela. & Kecelakaanlah bagi umat. Maka, barangsiapa menginginkan "Air bersih", dari "API NERAKA". Ambillah ilmu dari sumbernya (Makkah) & waspadalah.
Selengkapnya di www.jgmusyrik.yn.lt
----------
1001_AJAIB
JIKA Tuhan" lain hanya tekstual belaka, mimpi, Tapi ALLAH SWT menampakkan KEAJAIBAN menakjubkan
----------
Allah Ta'ala berfirman:
... ﺳَﻨُﺮِﻳﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻵﻓَﺎﻕِ ﻭَﻓِﻲ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ
"kami akan perlihatkan
kepada mereka (kelak) tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk & pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah kebenaran. & apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? [Qs. 41:53)
---
1001 FAKTA ILMIAH:
1. ALQURAN NEWS
- Nubuat Nabi Muhammad dan Makkah dl weda, taurat, zabur & injil
- Berita" masa lalu sebelum Alquran; manusia kera, dinosaurus, Allah tenggelamkan bumi, belah laut &.bulan, dsb- terbukti benar
- Berita" ghaib masa depan: PD1, PD2, perang zazirah arab, PD-3, turunnya Nabi Isa as, matahari terbit dr barat dsb
2. ALQURAN SAINS
- Allah ungkap Ilmu Pengetahuan abad 20 tanpa tehnologi: antariksa, bumi, laut, anatomi, biologi, kesehatan, fisika, kimia dsb
3. ALQURAN SYIFA (OBAT)
- Jk Alquran dibacakan, penyembuh sakit fisik, guna", penyakit hati
4. 3 SIMBOL-SIMBOL KEBESARAN ALLAH tampak disetiap aktifitas manusia
- 7 (tujuh) simbol keagunganNya
- 1,618 (golden ratio): simbol kesempurnaan Maha karyaNya
- Rotasi negatif; simbol penyembahan makhluknya
---
ALAM SEMESTA MENYEMBAH ALLAH DG CARA SAMA: ROTASI NEGATIF
Allah SWT berfirman:
... ﺃَﻟَﻢْ ﺗَﺮَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺴْﺠُﺪُ ﻟَﻪُ ﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ
“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-bintang yang melata & sebagian besar daripada manusia? & banyak di antara manusia yg telah ditetapkan azab atasnya. & barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya.
Sesungguhnya Allah berbuat apa.yang Dia kehendaki. (QS Al Hajj [22]: 18)
FAKTA ILMIAH:
- HAJI: Tawaf 7x Rotasi ARAH Negatif
- Bumi Matahari, rotasi & berevolusi + planet" keliling inti galaxi ARAH Negatif
- Elektron" dl atom
mengelilingi nukleus ARAH Negatif
- dl tubuh, sitoplasma mengelilingi nukleus ARAH Negatif
- Molekul", protein terbentuk ARAH Negatif
- Darah memulai gerakannya ARAH Negatif.
- dl kandungan ibu, telur, Rotasi ARAH. Negatif
- Sperma mencapai indung telur Rotasi ARAH Negatif
Allah Ta'ala berfirman :
,,,ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻭْﺣَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﻭْﺣَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻧُﻮﺡٍ
"sesungguhnya Kami telah menurunkan WAHYU kepada mu (Muhammad) sebagaimana kepada Nuh & Nabi-nabi kemudiannya: Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yakub & anak cucunya: Isa (YESUS), Ayyub, Yunus, Harun & Sulaeman. & Kami berikan ZABUR kepada Daud (annisa:163) - "Sesungguhnya, agama di sisi Allah hanyalah Islam.(QS.3:19)
SYARIAT ISLAM DALAM TAURAT & INJIL
Allah Ta'ala berfirman:
,,, ﻧَﺰَّﻝَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻣُﺼَﺪِّﻗًﺎ ﻟِﻤَﺎ
"Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an).kepadamu.(Muhammad) dg sebenarnya; membenarkan kitab yg telah diturunkan sebelumnya, & menurunkan Taurat & Injil sebelum (Al-Qur'an), menjadi petunjuk bagi manusia (QS.3:3-4)
- BUKTI:
1. TUHAN Esa (ulangan4:35,Markus12:2)
2. Menyembah dg sujud
(Effesus3:14,Wahyu15:4), & berkiblat (tawarik 6:34)
3. Hewan Qurban (ulangan 6:1-2, imamat 1-23)
4. Wajib sunat (Kejadian17:10)
5. Berdoa dg kerudung (I
Korintus 11:13), & menadahkan tangan (I Timotius 2:
6. Berjanji: insya Allah (Yakobus 4:13-15)
7. Kain kafan (markus15:46)
8. Haram: bunga uang (Yehezkel 18:17, Amsal (28: Miras (imamat10:9), darah (imamat17:12), babi (imamat11:1-47)
9. Hukum pidana: rajam (imamat20:1-27,yohanes8:7), potong tangan (matius 5:30, markus 9:43,45)
10. Mandi wajib (imamat 15:16-18)
11. Qurban paskah (idul adha) (markus 14:12)
- SURAT ALGHOSIAH (HARI KIAMAT). 26 AYAT (PERINGATAN NON MUSLIM!) -
ِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ
Allah berfirman:
1: Apakah sudah datang kepadmu (muhammad) berita ‘al-ghashiyah’
2: wajah" pd hari itu
tunduk terhina.
3: Bekerja keras lagi kepayahan.
4: Memasuki api yg sangat
panas.
5: Diberi minum air yg sangat panas
6: Tidak ada makanan bagi
mereka, kecuali pokok
berduri.
7: Yang tidak menggemukkan dan
tidak menghilangkan kelaparan.
8: Beberapa wajah pada hari itu
berseri-seri.
9: Merasai kesenangan karena
amalnya.
10: Di dalam jannah (taman/
syurga) yg tinggi.
11: Di dalamnya tidak didengar
perkara yang sia-sia.
12: Di dalamnya ada mata air yang
senantiasa mengalir.
13: Di dalamnya ada tempat duduk yg ditinggikan.
14: Dan gelas" yg
tersedia.
15: Dan bantal" sandaran
yang tersusun.
16: Dan permaidani yg
terhampar.
17: Apakah mrk (orang kafir) tidak memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?
18: & kpd langit, bagaimana
ia ditinggikan?
19: & kpd gunung"
bagaimana ia di pacakkan?
21: Maka berikan peringatan (Muhammad), kerana engkau tidak lain kecuali pemberi peringatan.
22: Bukanlah engkau berkuasa
memaksa mereka.
23: Tetapi sesiapa berpaling dan
menjadi kafir.
24: Maka Allah akan menyiksanya
dengan azab yang besar.
25: Sesungguhnya mereka semua
akan kembali kpd Kami.
26: Kemudian, sesungguhnya atas Kami menghisab mereka
TAUHID:
> menjadikan Allah satu"nya zat GHAIB yg diseru & diibadah, tdk kpd GAIB lainnya: ROH", JIN MALAIKAT (syirik), yang ditaati
SHALAT
Allah berfirman:
ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢ
"apakah yang memasukkn kamu ke dalam Saqor (neraka)? Mereka menjawab: kami dulu tidak termasuk orang" yg. mengerjakan shalat (almudatsir:42)
-----
Selengkapnya di www.ajaibs.yn.lt